Managere diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage,dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Menurut Ngalim Purwanto manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia/orang-orang atau sumber daya lainnya. (Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Remadja Karya, 1988, 8.)
Menurut Parker manajemen ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (the art of getting things done through people). Meskipun banyak definisi manajemen yang telah diungkapkan para ahli sesuai pendangan dan pendekatannya masing-masing sebagaimana berikut:
- Dalam bukunya Made Pidarta manajemen adalah pusat administrasi, administrasi berawal dan berakhir pada manajemen. Manajemen adalah inti administrasi, karena manajmen merupakan bagian utama administrasi, dengan tugas-tugasnya yang paling menentukan administrasi. Inilah yang merupakan hakikat manajemen, suatu aktivitas yang menjadi pusat administrasi, pusat atau inti kerjasama antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. (Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Melton Putra, 1988, 17) - Pendapat Terry (1997 : 4) yang mengemukakan “ Management is a district process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human beings and other resources “ Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia/orang-orang dan sumber daya lainnya. ( Ibid, hlm 19 )
- Sulistyorini dalam bukunya Manajemen Pendidikan Islam mengemukakan arti manajemen sebagai berikut kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien (Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras, 2009, 11.)
- Sukamto Reksohadiprodjo dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen mengartikan manajemen sebagai berikut: manajmen bisa berarti fungsi, peranan maupun keterampilan manajmen sebagai fungsi meliputi usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan . Manajemen sebagai peranan adalah antar pribadi pemberi informasi dan pengambil keputusan. Manajemen dapat pula berarti pengembangan keterampilan, yaitu
teknis, manusiawi dan konseptual (Sukanto Reksohadiprodjo, Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE, 1996. 13.)
Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.( Rusman, Model-Model Pembelajaran, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011, 4 )
Sedangkan Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku , perubahan itu mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. Perubahan tingkah laku karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik psikis maupun pisik. ( Nashar, Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam Kegiatan Pembelajaran, Jakarta: Delia Pres, 2004, 49.)
Sehingga dalam Satuan pendidikan di sekolah secara umum memiliki fungsi sebagai wadah untuk melaksanakan proses edukasi, sosialisasi dalam transformasi bagi siswa/peserta didik. Bermutu
tidaknya penyelenggaraan sekolah dapat diukur berdasarkan pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut.
Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (dasain) sebagai upaya untuk membelajarkan murid. Itulah sebabnya dalam belajar murid tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinterkasi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, oleh karena itu pembelajaran memusatkan perhatian pada Bagaimana membelajarkan murid dan bukan pada apa
yang dipelajari murid, adapun perhatian terhadap apa yang dipelajari merupakan bidang kajian dari kurikulum, yakni mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari murid agar dapat tercapai secara optimal. Adapun pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
- Duffy dan Roehler pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. (Muhammad Saroni, Manajemen Sekolah, Jogjakarta: Arr-Ruzz, 2006, 140.)
- Menurut Gagne, Briggs, dan Wager dalam bukunya Rusmono mengartikan pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan Miarso mengemukan bahwa pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain ( Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning ,Bogor: Ghalia Indonesia, 2012, 6 )
- Menurut Hamalik pembelajaran sebagai suatu sistem artinya suatu keseluruhan dari komponen-komponen yang berinteraksi dan berinterelasi antara satu sama lain dan keseluruhan itu terdiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Beberapa komponen dimaksud terdiri atas: (1) siswa, (2) Guru, (3) Tujuan (4) Materi (5) Metode (6) Sarana/alat (7) Evaluasi, dan (8) Lingkungan/konteks. ( Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Bandung: Bumi Aksara, 2009, 45 )






0 komentar:
Posting Komentar