Methodology merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Islam. Metode adalah suatu cara mengajar, yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semakin baik metode yang digunakan, maka akan semakin efektif dan efisien pula pencapaian tujuannya. Dalam metode pendidikan dan pelatihan aparatur mangajar, faktor pengajar, peserta didik, materi pembelajaran yang akan diajarkan, situasi, sarana, prasarana, serta fasilitas-fasilitas lainnya sangat besar pengaruhnya. Dengan banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penggunaan suatu metode, maka sebenarnya cukup sulit bagi seoran fasilitator untuk menetapkan metode yang paling baik dan harus dipakai di dalam proses pembelajaran, pendidikan dan pelatihan tentang Agama Islam agar pembelajaran tersebut berhasil dengan baik.
Metodologi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdiknas, 2002: 741 ), berarti “ilmu tetang metode; uraian tentang metode”. Sedangakan metode, menurut kamus yang sama ( 2002: 740), berarti: ”Cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan”.
Sedangkan metode mengajar, Zuhairini dkk. ( 1981 : 68 ) memberikan definisi sebagai berikut: ”Metode mengajar adalah: merupakan salah satu komponen dari pada proses pendidikan. Pertama, merupakan alat mencapai tujuan, yang didukung oleh alat-alat bantu mengajar. Kedua, merupakan kebulatan dalam suatu sistem pendidikan”.
Bertitik tolak dari pengertian metode mengajar tersebut, Zuhairini dkk. (1981: 69) merumuskan pengertian Metodologi Pendidikan Agama Islam seperti berikut ini: “segala usaha yang sistematis dan pragmatis untuk mencapai tujuan pendidikan agama, dengan melalui berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar kelas dalam lingkungan sekolah”. Seorang guru dituntut untuk mampu
memadukan berbagai metode yang relevan. Untuk pembelajaran shalat, misalnya, seorang guru harus mampu menggunakan metode ceramah, tanya jawab, latihan, serta harus memberi keteladanan bagi anak didiknya. Menurut ajaran Islam, melaksanakan pendidikan agama adalah merupakan perintah dari Allah dan ibadah kepada-Nya. Karena itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh guru.
Seorang guru harus senantiasa membekali dirinya dengan berbagai kemampuan. Kemampuan intelektual dan metodologis, serta kepribadian dan akhlak mulia harus dimiliki seorang guru. Karena keteladanan mutlak harus dimiliki guru agar ia dapat berperan sebagaimana mestinya sebagai guru
Pendidikan Agama Islam.
Karena pendidikan merupakan perintah Allah, maka Allah banyak memberikan petunjuk tentang masalah pendidikan ini. Surah Al-Alaq ayat 1 – 5 yang merupakan wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW. sarat dengan petunjuk-Nya tentang pendidikan. Ayat pertama surah ini merupakan perintah membaca ( AL-'ALAQ : 1 ). Membaca merupakan salah satu aktivitas dalam pendidikan yang tidak dapat diabaikan, baik membaca yang tertulis maupun membaca fenomena alam yang tidak tertulis. Erwati Aziz, di dalam bukunya Prinsip-prinsip Pendidikan Islam ( 2003 : 2 ), mengungkapkan bahwa para ahli pendidikan Islam, seperti Hasan Langgulung, Muhammad Fadhil Jamali, dan Fathiyah Hasan Sulaeman, senantiasa memasukkan wahyu pertama ini sebagai ayat pendidikan. Mereka juga mengemukakan bahwa gaya bahasa dan ungkapan ayat-ayat Al-Quran menunjukkan bahwa ia mengandung nilai-nilai metodologis yang beragam sesuai dengan sasaran yang dihadapinya. Salah satu ayat yang sarat dengan nilai metodologis yaitu; Surah An-Nahl ayat 125: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik....”
Salah satu metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah pembiasaan dan pengamalan; sebuah metode yang diisyaratkan secara implisit di dalam Surah al- ‘Alaq. Pada waktu turun wahyu tersebut perintah iqra’ diulang-ulang oleh Malaikat Jibril. Latihan dan pengulangan yang merupakan metode praktis untuk memahami suatu materi pelajaran termasuk dalam metode ini. Dalam pegamalan ajaran agama, pembiasaan ini sangat penting, karena bila sudah terbiasa melakukannya dengan baik sejak kecil akan sulit untuk berubah dari kebiasaan tersebut.
Minggu, 10 Mei 2015
Home »
Pendidikan Islam
» PENGERTIAN METODOLOGI PENDIDIKAN ISLAM






0 komentar:
Posting Komentar